ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP KECENDERUNGAN KECURANGAN AKUNTANSI




  • Simposium Nasiona Akuntansi 9 Padang
    Padang, 23-26 Agustus 2006 21

    ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP KECENDERUNGAN KECURANGAN AKUNTANSI: STUDI PADA PERUSAHAAN PUBLIK DAN BADAN USAHA MILIK NEGARA DI INDONESIA

    Wilopo
    STIE Perbanas – Surabaya

    ABSTRACT

    The accounting fraud is frequent, widespread and familiar in many countries and organization. It brings a loss to firms and investors. But there is no research trying to explain factors comprehensively influencing it. The obyectives of the research are to test and explain the effect of the internal control effectiveness, suitability of reward, compliance to accounting rules, information asymmetry, management morality toward unethical behavior and intention to accounting fraud. More particularly, the research attempts to get the causal relationship between the variables involved. Questionnaire was used to collect data. The analysis unit was the company. The research population was 477 companies consisting of public companies and state owned companies in Indonesia. The research samples were one hundred and fifty three companies. The research respondents were directors or managers responsible to prepare financial statements. Structural Equation Modeling was used to test the hypotesis. The findings of the research showed that internal control effectiveness, compliance to accounting rules, information asymmetry, and management morality affected unethical behavior and intention to accounting fraud significantly. But the research showed that suitability of the reward did not affect management unethical behavior and intention to accounting fraud. The findings of the study provided an input to develop comprehensive research about good governance and corruption. It is also suggested to add more comprehensive research model by adding more variables (e.g. laws, politics, and social aspects) and to develop the research in government institution and non profit organization.
    Keywords: intention to accounting fraud, unethical behavior, agency theory

    Simposium Nasiona Akuntansi 9 Padang

    1. Pendahuluan

    Kecurangan akuntansi telah berkembang di berbagai negara, termasuk di Indonesia. Di USA kecurangan akuntansi telah berkembang secara luas (Sobel, 1977: 1). Spathis (2002) menjelaskan bahwa di USA kecurangan akuntansi menimbulkan kerugian yang sangat besar di hampir seluruh industri. Kerugian dari kecurangan akuntansi di pasar modal adalah menurunnya akuntabilitas manajemen (Pritchard, 1999) membuat para pemegang saham meningkatkan biaya monitoring terhadap manajemen. Umumnya, kecurangan akuntansi berkaitan dengan korupsi. Dalam korupsi, tindakan yang lazim dilakukan di antaranya adalah memanipulasi pencatatan, penghilangan dokumen, dan mark-up yang merugikan keuangan negara atau perekonomian negara. Tindakan ini merupakan bentuk kecurangan akuntansi.

    Indonesia termasuk negara dengan peringkat korupsi tertinggi di dunia (Transparancy International, 2005). Di Indonesia, kecurangan akuntansi dibuktikan dengan adanya likuidasi beberapa bank, diajukannya manajemen BUMN dan swasta ke pengadilan, kasus kejahatan perbankan, manipulasi pajak, korupsi di komisi penyelenggara pemilu, dan DPRD. Meski kecurangan akuntansi diduga sudah menahun, namun di Indonesia belum terdapat kajian teoritis dan empiris secara komprehensif. Oleh karenanya fenomena ini tidak cukup hanya dikaji oleh ilmu akuntansi, tetapi perlu melibatkan disiplin ilmu yang lain.

    Selengkapnya bisa didownload
    (klik link di bawah ini)
    Link: www.ziddu.com

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.