ANALISIS PENGARUH PARTISIPASI ANGGARAN TERHADAP KINERJA MANAJERIAL MELALUI KOMITMEN TUJUAN ANGGARAN DAN JOB RELEVANT INFORMATION (JRI) SEBAGAI VARIABEL INTERVENING




  • (Penelitian Terhadap Perusahaan Manufaktur Di Indonesia)

    KUSNASRIYANTI YUSFANINGRUM

    Universitas Diponegoro Semarang

    IMAM GHOZALI

    Universitas Diponegoro Semarang

    ABSTRACT

    The purpose of this research is to analyst the influence of participation in composing budget toward managerial performance, whether through budget goal commitment and job-relevant information as intervening variable. The inconsistency situations between results of the prior researchs, about the influence of budget participation on managerial performance become a motivation of this study.

    Data used in this study is obtained from ideas or perceptions of managers/ chiefs leveled as managers who filled and gave the questionnaires back to the researcher. From 700 questionnaires which distributed to managers/ chiefs leveled as managers on manufacturing companies which listed in BEJ, 168 (24%) questionnaires were sent back, for then analyzed with multivariate technique SEM and assist by the AMOS 4.01 and SPSS 10.0 programs.

    The result of these study proving that the value of directly influence between budget participation toward managerial performance is higher than influence of budget participation toward managerial performance through budget goal commitment and job relevant information as intervening variable. However, the researcher can make conclusion that budget goal commitment and job relevant information as intervening variable weaken influence managers participation in compose budget toward their

    performance on managerial activities.

    Key words : budget participation, budget goal commitment, job relevant information and

    managerial performance.

    ……………………………………………..

    …………………………………………….

    KESIMPULAN, IMPLIKASI DAN KETERBATASAN

    Berdasarkan hasil pengujian data yang telah dilakukan, dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut : (1) partisipasi anggaran berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja manajerial pada tingkat signifikansi probabilitas di bawah 0,05 (p=0,002), (2) partisipasi dalam penyusunan anggaran berpengaruh positif terhadap komitmen tujuan anggaran tetapi besarnya pengaruh tersebut tidak signifikan, (3) partisipasi dalam penyusunan anggaran berpengaruh positif dan signifikan terhadap JRI pada tingkat signifikansi probabilitas di bawah 0,05 (p=0,007), (4) komitmen tujuan anggaran berpengaruh positif terhadap JRI namun besarnya pengaruh tersebut tidak signifikan, (5) terdapat pengaruh positif dan signifikan antara komitmen tujuan anggaran terhadap kinerja manajerial pada tingkat signifikansi probabilitas di bawah 0,05 (p=0,027) dan (6) JRI berpengaruh positif terhadap kinerja manajerial namun besarnya pengaruh tersebut tidak signifikan. Peneliti menduga, hasil yang tidak signifikan pada beberapa pengujian hipotesis dalam penelitian ini karena adanya penerapan dimensi budaya organisasi power distance yang lebar pada perusahaan manufaktur di Indonesia dimana otoritas atasan adalah mutlak sehingga tujuan yang ditetapkan cenderung bersifat subyektif serta menekan bawahan.

    Implikasi teoritis sebagai agenda penelitian yang akan datang dari temuan penelitian ini adalah, penelitian serupa dapat dilakukan dengan memperluas model dalam penelitian ini untuk melihat faktor-faktor yang mempengaruhi partisipasi dalam penyusunan anggaran terhadap kinerja manajerial. Variabel lain yang diprediksi dapat dimasukkan dalam model ini adalah budaya organisasi khususnya pada dimensi budaya power distance sebagai variabel moderating.

    Penelitian ini memiliki beberapa keterbatasan yaitu : (1) obyek penelitian adalah perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEJ sehingga mempunyai kemungkinan untuk mengurangi kemampuan generalisasi, (2) responden terbatas pada manajer dalam perusahaan manufaktur, dimana kemungkinan penelitian ini akan menunjukkan hasil yang berbeda jika responden yang digunakan para manajer pada unit bisnis yang lain serta (3) pengukuran seluruh variabel yang hanya dilakukan secara subyektif atau

    berdasarkan persepsi responden, dimana hal ini akan menimbulkan masalah jika persepsi responden berbeda dengan keadaan sesungguhnya.

    Selengkapnya klik download…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.