ANTESEDEN DAN KONSEKUENSI BURNOUT PADA AUDITOR




  • (PENGEMBANGAN TERHADAP ROLE STRESS MODEL)


     

    EKA MURTIASRI

    POLITEKNIK NEGERI SEMARANG

    PROF. DR. H. IMAM GHOZALI, M.COM, AKT

    UNIVERSITAS DIPONEGORO


     

    Abstract


     


     

    The objective of this study is to develop burnout construct in accounting occupation by showing that burnout is a key mediator for role stressors (role conflict, role ambiguity and role overload) on critical job outcomes (job satisfaction, turnover intention and job performance). Burnout is a well known phenomenon in pschycology, characterized by three interrelated symptoms of emotional exhaustion, reduced personal accomplishment and depersonalization.

    This research is conducted to examine the direct and indirect effect of role stressor on behavioral job outcomes. The hyphoteses are tested using Structural Equation Model (SEM) by Lisrel 8,54. Structural equation model is a mutivariate analysis technique that is possible to test both measurement model and structural model to get all description about complexitas model.

    Applying convenience sampling method, this study has collected 166 auditors from 46 audit firms in Indonesia. This study reveals two result. First, burnout condition will appear because the presence of role stressor and moreever will affect to behavioral job outcomes (except turnover intention). Second, burnout condition become a mediator on the relation between role overload and behavioral job outcomes but neither for role conflict and role ambiguity

    Keyword: burnout, role stressor, job outcomes and Structural Equation Model


     


     

    Kesimpulan, KETERBATASAN DANA RISET YANG AKAN DATANG


     

    Penelitian ini mengharapkan hasil seperti yang dinyatakan dalam hipotesis bahwa semua role stressor tidak berpengaruh secara langsung terhadap job outcomes namun berpengaruh secara tidak langsung terhadap job outcomes melalui variabel mediasi burnout. Apabila hal ini terbukti, maka pengelolaan job outcomes dilakukan melalui pengelolaan situasi burnout, tidak melalui variabel role stressor secara langsung. Hasil penelitian ini membuktikan hanya ada satu variabel role stressor yang memenuhi harapan tersebut, yaitu variabel kelebihan beban kerja (role overload) terhadap kepuasan kerja dan kinerja kerja sedangkan dua variabel stressor lainnya (role conflict dan role ambiguty) tidak.

    Penelitian tentang pengaruh role stressor terhadap job outcomes membuktikan bahwa burnout yang dialami oleh auditor terbukti akan mempengaruhi hasil kerjanya. Namun, dalam penelitian ini tidak dibedakan jabatan auditor dalam Kantor Akuntan Publik, sehingga
    tidak diketahui perbedaan tingkat
    burnout yang dialami oleh auditor senior maupun auditor yunior. Pengklasifikasian tersebut menjadi penting karena kedudukan auditor berkaitan dengan tingkat stressor yang berbeda (beban tugas, wewenang, kekuasaan, pengaruh, konflik dan ambiguitas peran). Dampak yang muncul adalah pada perbedaan sikap dalam menanggapi burnout.

    Karena penelitian ini dilakukan dalam satu saat tertentu saja (cross sectional), sulit untuk melihat perilaku yang ditunjukkan auditor dalam rentang waktu panjang. Penelitian yang akan datang diharapkan dapat menutup kesenjangan tersebut dengan membedakan tanggapan auditor terhadap burnout pada masa sibuk dan tidak sibuk secara time series, karena diyakini hasilnya akan lebih seperti yang diharapkan. Demikian juga apabila jabatan auditor dibedakan (senior dengan yunior) diyakini akan memberikan hasil temuan yang lebih baik.



    Click here to download

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.