DAMPAK PENYAATAN DAN NILAI WAJAR OPSI PADA PENGARUH MAGNITUDA KOMPENSASI PROGRAM OPSI SAHAM KARYAWAN TERHADAP PENGELOLAAN LABA




  • Simposium Nasiona Akuntansi 9 Padang
    Padang, 23-26 Agustus 2006

    DAMPAK PENYAATAN DAN NILAI WAJAR OPSI PADA PENGARUH MAGNITUDA KOMPENSASI PROGRAM OPSI SAHAM KARYAWAN TERHADAP PENGELOLAAN LABA

    Nur Fadjrih Asyik

    ABSTRACT

    The purpose of this study is to investigate whether management who find stock-based compensation which relatively big proportion to manage earnings information prior to grant date and after grant date. While, this study also investigate whether management manage factors of timing and option pricing model. This paper contributes to that stream of accounting research by identifying several factors to manage earnings. While, this study also identify the difference behavior of every step stock option offering.

    The study finds that executives have ability to manage information around option grant date to find benefit stock price decreases before the grant date and by stock price increases after the grant date. The effect is stronger when executives release earnings before option grant date for period prior to ESOP. While, for period after ESOP, the effect is stronger with manage fair value factors are stock price volatility, but not support for the risk-free interest rate and dividend yield. Finally, type of earnings management behavior both income decreasing and income increasing effect option intrinsic value, and relatively big stock option proportion find bigger gain. The general conclusion is that magnitude of ESOP compensation effect earnings management behavior with supported by several conditional factors.

    1. PENGANTAR

    Masalah agensi terjadi ketika manajemen terpisah dari pemilik perusahaan. Manajemen mungkin membuat keputusan yang memaksimumkan kepentingan dirinya sendiri dan bukan untuk kepentingan pemegang saham. Penggunaan insentif berbasis ekuitas, seperti opsi saham, untuk mengkompensasi manajer merupakan satu cara yang umum mengurangi masalah agensi tersebut.

    Kunci utama opsi yang dihibahkan kepada karyawan, terutama karyawan eksekutif, adalah bahwa hampir seluruh opsi dihibahkan dengan harga pengambilan sama dengan harga saham pada tanggal hibah.1 Karena untung (gain) dari opsi saham tergantung pada perbedaan antara harga pengambilan (exercise price) yang ditentukan pada tanggal hibah dengan harga pasar pada tanggal pengambilan, maka kondisi tersebut memungkinkan adanya perilaku oportunistik dari eksekutif. Isu akuntansi utama penelitian ini adalah apakah program opsi saham karyawan (POSK) atau dikenal dengan employee stock option plans (ESOP) mendorong manajemen melakukan pengelolaan laba. Untuk memaksimumkan untung yang diperoleh, manajemen memiliki insentif menurunkan harga pasar saham untuk sementara waktu sebelum tanggal hibah dalam rangka mengurangi harga pengambilan opsi (Chauvin dan Shenoy, 2000; Balsam et al., 2003) dan meningkatkan harga pasar mendatang pada tanggal pengambilan (Yermack, 1997). Dengan demikian, perilaku manajemen untuk mengelola laba dapat berbentuk laba menurun (income decreasing) atau laba menaik (income increasing).

    Selengkapnya bisa didownload
    (klik link di bawah ini)
    Link: www.ziddu.com

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.