DAMPAK REINFORCEMENT CONTINGENCY TERHADAP HUBUNGAN SIFAT MACHIAVELLIAN DAN PERKEMBANGAN MORAL




  • Simposium Nasiona Akuntansi 9 Padang

    DAMPAK REINFORCEMENT CONTINGENCY TERHADAP HUBUNGAN SIFAT MACHIAVELLIAN DAN PERKEMBANGAN MORAL

    St. Vena Purnamasari, SE.,MSi
    Agnes Advensia Chrismastuti

    ABSTRACT

    A number of theoriest attempt to explain the elements of decision making process when one is faced with an ethical dilemma. Trevino’s model (1986) posited a main effect of cognitive moral development on ethical behavior moderated by reinforcement contingencies. Based on research by Trevino (1986) and Joan (2000), this research hypothesized that rewarding ethical behavior (RE) would encourage the relation between cognitive moral development and ethical behavior, while punishing ethical behavior (PE) will reduce the effect off cognitive moral development and ethical behavior. Support for these hypotheses was not fount, but this research found that reinforcement contingencies effect the ethical decision masking. Rewarding ethical behavior was encouraged the ethical behavior, while punishing the ethical behavior was not effect the ethical behavior.

    Keywords: Reinforcement Contingency, Machiavelli, Cognitive Moral Development, Ethical Decision Making

    Simposium Nasiona Akuntansi 9 Padang

    1. Pendahuluan

    Etika merupakan konsep fundamental bagi semua bidang, akuntansi, permasaran, keuangan, pemerintahan, dan lain-lain. Perilaku dan tindakan etis setiap orang akan memberikan dampak bagi orang lain dan bagi organisasi di mana ia menjadi bagiannya. Perilaku dan tindakan etis menjadi bagian kritis dari Good Corporate Governance. Kesadaran akan pentingnya hal ini justru muncul ketika berbagai kasus kontra etis terjadi, baik pada profesi akuntan maupun bisnis secara umum.

    Kasus-kasus tersebut memunculkan pertanyaan mengenai “faktor-faktor apa saja yang menjadi penentu atau mempengaruhi pengambilan keputusan tidak etis atau pelanggaran terhadap etika” (Hegarty dan Sims, 1978). Trevino dan Youngblood, [1990] menyatakan bahwa terdapat dua pandangan mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi tindakan tidak etis yang dibuat oleh seorang individu. Pertama, pandangan yang berpendapat bahwa tindakan atau pengambilan keputusan tidak etis lebih dipengaruhi oleh karakter moral individu. Kedua, tindakan tidak etis lebih dipengaruhi oleh lingkungan, misalnya sistem reward dan punishment perusahaan, iklim etis organisasi dan sosialisasi kode etik profesi oleh organisasi dimana individu tersebut bekerja.

    Download via ziddu.com

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.