HIRARKI AKUNTAN SEBAGAI MODERASI HUBUNGAN ANTARA KOMITMEN AFEKTIF DAN BERKELANJUTAN DENGAN KOMITMEN PROFESIONAL




  • JANTJE EDUARD LEKATOMPESSY
    Universitas Pattimura Ambon

    ABSTRAK

    Penelitian ini bertujuan untuk menguji secara empiris perbedaan komitmen professional diantara hirarki akuntan, dan menguji apakah komitmen afektif dan berkelanjutan berpengaruh pada komitmen professional, dan apakah hirarki akuntan berpengaruh pada hubungan antara komitmen afektif dan berkelanjutan dengan komitmen professional.

    Penyempelan menggunakan teknik konveniens. Responden adalah para akuntan yang bekerja pada kantor akuntan publik. Terdapat 140 responden berpartisipasi dalam penelitian ini. Model diuji dengan menggunakan oneway ANOVA dan moderated regression analysis (MRA).

    Hasil Penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan komitmen professional di antara para akuntan. Komitmen afektif berpengaruh secara positif dan signifikan dengan komitmen professional sedangkan komitmen berkelanjutan tidak berpengaruh dengan komitmen professional. Hirarki akuntan memoderasi hubugan antara komitmen afektif dan berkelanjutan dengan komitmen professional.

    Kata kunci: hirarki akuntan, komitmen afektif, komitmen berkelanjutan, komitmen profesional

    1. PENDAHULUAN

    Menurut teori sosiologi klasik tentang profesi (Goode 1957) menyebutkan bahwa masyarakat mempunyai prestise dan kekuatan terhadap profesi disebabkan karena para prosefesional mempunyai bodies of knowledge yang terkait dengan pusat keinginan dan nilai dari suatu sistem social. Untuk diharapkan para professional dalam menjalankan tugas profesinya harus berpegang pada nilai-nilai professional. Larson (1977) dalam Aranya dkk (1981) mengatakan bahwa masyarakat mengharapkan para professional untuk berkomitmen terhadap jasa yang diberikan kepada publik melebihi insentif material.

    Berkaitan dengan hal tersebut, maka akuntan sebagai suatu profesi harus menunjukkan sikap professional dalam melakukan pekerjaan. Aranya dkk (1981) berpendapat bahwa profesi akuntan berbeda dengan profesi lainnya. Profesi akuntan melakukan praktek publik yang diharapkan dapat memberikan jasanya kepada pihak ketiga disamping pihak klien yang menginginkannya.

    Untuk itu berbagai peneliti telah melihat masalah tersebut terutama dalam hubungan dengan komitmen professional. Porter dkk (1974) dan Mowday dkk (1979) mengatakan bahwa komitmen berkaitan dengan a) adanya keinginan yang kuat dan penerimaan atas tujuan dan nilai-nilai organisasi; b) kesediaan untuk berusaha yang sebesar-besarnya untuk organisasi; dan c) adanya keinginan yang pasti untuk mempertahankan keikutsertaan dalam oganisasi. Para peneliti dalam bidang akuntansi yang melakukan penelitian misalnya Aranya dkk (1981); Aranya dan Ferris (1984); Harrel dkk (1986); Kalbers dan Fogarty (1995); serta McGregor dkk (1989). Mereka mengkaji hubungan antara professional dengan komitmen dalam organisasi.

    Penelitian-penelitian tersebut juga mengkaji hubungan antara komitmen organisasional dengan komitmen professional. Komitmen professional menurut Aranya dan Ferris (1981) didefinisikan sebagai a) adanya keinginan yang kuat dan penerimaan atas tujuan dan nilai-nilai profesi; b) kesediaan untuk berusaha yang sebesar-besarnya untuk profesi; dan c) adanya keinginan yang pasti untuk mempertahankan keikutsertaan dalam profesi.

    Selengkapnya bisa didownload
    (klik link di bawah ini)
    Link: www.ziddu.com

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.