Hubungan Komponen Sistem Pengendalian Manajemen (Quality Goal, Quality Feedback, dan Quality Incentive) terhadap Kinerja Kualitas dan Konsekuensi….




  • Simposium Nasiona Akuntansi 9 Padang

    Hubungan Komponen Sistem Pengendalian Manajemen (Quality Goal, Quality Feedback, dan Quality Incentive) terhadap Kinerja Kualitas dan Konsekuensi terhadap Kinerja Keuangan

    Salman Jumaili
    Universitas Jambi

    Gudono
    Universitas Gadjah Mada

    ABSTRACT

    This research aims to give empirical evidence about relationship management control system components with quality performance, and relationship quality performance with customer satisfaction and financial performance, and relationship customer satisfaction with financial performance. Data collection via electronic mail survey from Indonesian manufacturings. Data analysis use by path analysis.

    The result indicate the managers must consider quality goal, quality feedback, and quality incentive that’s positively increase quality performance of product, although relation for quality goal was not significant. Quality performance was positively associated with customer satisfaction. Further more, quality performance as non-financial measure was not significant positively associated with financial performance, and high rate of customer satisfaction is positively associated with financial performance.

    Key words: Quality Goal, Quality Feedback, Quality Incentive, Quality performance, Customer satisfaction, and Financial performance.

    Simposium Nasiona Akuntansi 9 Padang

    LATAR BELAKANG PENELITIAN

    Tingkat persaingan yang semakin tajam pada saat ini ditambah dengan perubahan selera konsumen, kemajuan teknologi, serta perubahan sosial ekonomi memunculkan tantangan-tantangan dan peluang dalam bisnis. Perusahaan harus dapat memanfaatkan kemampuan yang dimiliki agar dapat memenangkan persaingan dan memperoleh profit semaksimal mungkin yang merupakan salah satu tujuan didirikannya perusahaan.

    Menurut Porter (1980), pelaku bisnis dituntut untuk berlomba-lomba melakukan strategi kompetisi dengan fokus pada penciptaan sesuatu yang berbeda untuk melayani konsumen dengan perpaduan yang unik. Porter (1999) juga mengatakan bahwa inti strategi suatu organisasi adalah “coping with competition”. Perusahaan harus mampu menyesuaikan diri sedekat mungkin dengan kompetisi pasar yang sedang dihadapinya. Perusahaan harus mempunyai kinerja yang baik agar menjadi lebih unggul dalam bersaing dari kompetitornya.

    Literatur strategi manufaktur menunjukkan bahwa kualitas produk sebagai salah satu prioritas bersaing utama untuk memperoleh manfaat bersaing adalah sesuatu yang dapat didukung (Hill, 1997). Young dan Selto (1991) menunjukkan bahwa perusahaan-perusahaan di Amerika Serikat merespon kompetisi global dengan mengadopsi strategi yang dibutuhkan untuk memproduksi suatu produk yang berkualitas tinggi, serta membuat kualitas produk sebagai sasaran utama dari unit manufaktur mereka.

    Download via ziddu.com

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.