IMPLIKASI STRUKTUR KEPEMILIKAN TERHADAP NILAI PERUSAHAAN ….




  • Simposium Nasiona Akuntansi 9 Padang
    Padang, 23-26 Agustus 2006

    IMPLIKASI STRUKTUR KEPEMILIKAN TERHADAP NILAI PERUSAHAAN: DENGAN KEPUTUSAN KEUANGAN SEBAGAI VARIABEL INTERVENING

    Untung Wahyudi
    Hartini Prasetyaning Pawestri
    Univ Widyagama Malang

    Abstract

    The objective of this research was to examine the influence of ownership structure on the firm value with financial decision as intervening variable. Sample used in this research was the firms that are not included in the categories of banking industry, institution of credit matters, security, and insurance, for an observation period of 2003 and 2002 as comparison. The sample consists of companies registered on the Jakarta Stock Exchange. Data were collected through purposive sampling, and statistic method used is path analysis. The result of empirical examination using path analysis gives result that (1) Management ownership had influence on invesment decision and financing decision but its had not influence on dividend policy. (2) Institutional ownership had not influence on financing decision and firm value. (3) The financing decision had influence on firm value, but invesment decision and dividend policy had not influence on firm value. (4) Managerial ownership had direct and indirect influence on firm value with financing decision as intervening variable.

    Keywords: managerial ownership, institutional ownership, invesment decision, financial decision, dividend policy, firm value.

    LATAR BELAKANG

    Dalam jangka panjang, tujuan perusahaan adalah mengoptimalkan nilai perusahaan. Semakin tinggi nilai perusahaan menggambarkan semakin sejahtera pula pemiliknya. Nilai perusahaan akan tercermin dari harga pasar sahamnya (Fama, 1978). Jensen (2001) menjelaskan bahwa untuk memaksimumkan nilai perusahaan tidak hanya nilai ekuitas saja yang harus diperhatikan, tetapi juga semua klaim keuangan seperti hutang, warran, maupun saham preferen. Penyatuan kepentingan pemegang saham, debtholders, dan manajemen yang notabene merupakan pihak-pihak yang mempunyai kepentingan terhadap tujuan perusahaan seringkali menimbulkan masalah-masalah (agency problem). Agency problem dapat dipengaruhi oleh struktur kepemilikan (kepemilikan manajerial dan kepemilikan institusional). Struktur kepemilikan oleh beberapa peneliti dipercaya mampu mempengaruhi jalannya perusahaan yang pada akhirnya berpengaruh pada kinerja perusahaan dalam mencapai tujuan perusahaan yaitu maksimalisasi nilai perusahaan. Hal ini disebabkan oleh karena adanya kontrol yang mereka miliki.

    Beberapa penelitian mengenai struktur kepemilikan dan keputusan keuangan pernah dilakukan oleh Crutchley (1999) dengan membangun sebuah model yang menunjukkan empat keputusan yang saling terkait menyangkut leverage, dividend, insider ownership, dan institutional ownership ditentukan secara simultan dalam kerangka agency cost. Penelitian Crutchley (1999), memberikan bukti bahwa ada keterkaitan antara keputusan leverage, dividend payout ratio, insider ownership, dan institutional ownership yang ditentukan secara simultan meskipun tidak menyeluruh. Pada penelitiannya Crutchley (1999) juga membuktikan bahwa kepemilikan institusional merupakan subtitusi kepemilikan manajerial. Chen (2000) menemukan hubungan negatif antara analyst coverage dan kepemilikan manajerial, hal ini mendukung hasil penelitian Crutchley (1999.)

    Selengkapnya bisa didownload
    (klik link di bawah ini)
    Link: www.ziddu.com

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.