Jurnal Akuntansi tentang Kinerja Perusahaan dan Dewan Komisaris

Jurnal Akuntansi tentang Kinerja Perusahaan dan Dewan Komisaris

Penelitian ini bertujuan untuk meneliti pengaruh strategi diversifikasi terhadap kinerja perusahaan. Selain itu, penelitian ini juga meneliti hubungan kuadratik antara strategi diversifikasi dengan kinerja perusahaan. Jurnal Akuntansi ini ditulis oleh Aryo Wisnuwardhana Vera Diyanty dari Universitas Indonesia. Judul dari penelitian ini adalah

Pengaruh Strategi Diversifikasi Terhadap Kinerja Perusahaan Dengan Moderasi Efektivitas Pengawasan Dewan Komisaris

Penelitian ini mengambil pokok bahasan mengenai strategi diversifikasi, kinerja perusahaan serta pengawasan oleh dewan komisaris.Berikut ini merupakan ringkasan dari jurnal akuntansi atas penelitian ini:

Perusahaan merupakan suatu nexus of contract antara pemegang saham/pemilik (principal) dengan manajer (agent).Teori ini menyatakan bahwa baik pemilik maupun manajer perusahaan masing-masing ingin memaksimalkan kemakmuran dirinya masing-masing. Di sisi yang lain, pemilik mengharapkan bahwa manajer yang dipilihnya dapat memaksimalkan kemakmuran yang diperoleh pemilik. Guna memaksimalkan kesejahteraan tersebut, pemilik perusahaan meminta manajer untuk mengambil suatu keputusan strategis yang tepat sebagai upaya untuk meningkatkan nilai perusahaan bagi pemilik yang bersangkutan.

Keputusan perusahaan untuk mengimplementasikan strategi diversifikasi sendiri dapat dilihat dan dianalisis melalui dua sudut pandang.Kedua sudut pandang ini adalah resource based view dan market power theory. Resource based view melihat strategi diversifikasi sebagai aliansi strategis dari kompetensi-kompetensi inti dari berbagai skill dan teknologi yang dimiliki perusahaan. Pandangan ini mendasari konsep menjalankan strategi diversifikasi karena kompetensi, sumber daya, dan bisnis inti yang dimiliki oleh perusahaan, sehingga condong kepada implementasi strategi related diversification. Di sisi yang lain, market power theory memandang bahwa perusahaan membangun keunggulannya melalui kekuatan pasar. Strategi diversifikasi menjadi respon perusahaan atas berbagai kesempatan yang ditawarkan oleh pasar melalui segmen, produk, dan teknologi yang dimilikinya.

Di Indonesia, terdapat dua metode utama dalam melakukan diversifikasi, yakni melalui pertumbuhan internal dengan ekspansi bisnis dan penggunaan asset secara bersama atau melalui pertumbuhan eksternal dengan cara melakukan akuisisi dan penggabungan bisnis. Penelitian Xia pada tahun 2007 menunjukkan bahwa pertumbuhan internal dengan menggunakan metode ekspansi bisnis dan penggunaan asset bersama-sama memberikan efek positif yang lebih besar ketimbang menggunakan cara akuisisi dan penggabungan bisnis (pertumbuhan eksternal). Melihat argumentasi-argumentasi di atas, peneliti ingin mempelajari efek strategi diversifikasi terhadap kinerja perusahaan-perusahaan di Indonesia.

Indonesia menerapkan sistem two-tier board. Menurut KNKG (2006), Dewan Komisaris dan Dewan Direksi mempunya tanggung jawab yang jelas sesuai dengan fungsinya masing-masing. Dewan Komisaris, dalam kapasitasnya sebagai organ perusahaan, bertugas untuk melakukan pengawasan dan memberikan nasihat kepada Dewan Direksi. Selain itu, Dewan Komisaris juga bertanggunga jawab untuk memastikan bahwa Perusahaan melaksanakan Good Corporate Governance. Pedoman GCG yang diterbitkan KNKG juga secara tegas menyatakan bahwa Dewan Komisaris tidak diperbolehkan turut serta dalam proses pengambilan keputusan operasional, termasuk dalam hal pengambilan keputusan strategis.

Rumusan Masalah

Rumusan masalah dari penelitian ini adalah apakah strategi diversifikasi mempengaruhi kinerja perusahaan dan apakah keberadaan Dewan Komisaris yang efektif dapat mempengaruhi hubungan antara strategi diversifikasi dan kinerja perusahaan.

Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh bukti empiris mengenai pengaruh strategi diversifikasi terhadap kinerja perusahaan dan memperoleh bukti empiris mengenai pengaruh keberadaan Dewan Komisaris yang efektif terhadap hubungan antara strategi diversifikasi dengan kinerja perusahaan.

Hipotesis Penelitian

H1. Strategi diversifikasi berpengaruh terhadap kinerja akuntansi perusahaan
H2. Strategi diversifikasi mempengaruhi secara kuadratik kinerja perusahaan
H3. Efektivitas Dewan Komisaris berpengaruh positif terhadap hubungan antara strategi diversifikasi dan kinerja akuntansi perusahaan

Objek dari penelitian ini adalah seluruh perusahaan non-keuangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama tahun 2013. Sampel dipilih dengan menggunakan metode purposive sampling yang berarti bahwa sampel yang dipilih beradasarkan kriteria-kriteria tertentu sesuai dengan tujuan penelitian.

Dalam penelitian ini, populasi dari objek penelitian ini adalah seluruh perusahaan non-keuangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama tahun 2013. Pemilihan sampel pada tahun 2013 dikarenakan adanya pertimbangan kelengkapan data-data perusahaan yang terdapat di Datastream Thomson Reuters. Metode pengambilan sampel yang dipergunakan adalah purposive sampling. Metode tersebut dipergunakan karena penulis ingin mencari sampel yang representatif dalam melihat dampak strategi diversifikasi terhadap kinerja perusahaan.

Penelitian-penelitian sebelumnya menemukan bahwa semakin terdiversifikasi suatu perusahaan, maka kinerja perusahaan tersebut akan menurun. Namun demikian, beberapa penelitian juga melihat bahwa kinerja perusahaan akan meningkat saat perusahaan melakukan strategi diversifikasi multi segmen. Dari temuan-temuan tersebut, peneliti melihat masih diperlukannya penelitian lebih lanjut mengenai strategi diversifikasi dan kinerja perusahaan.

Dari penelitian ini, peneliti berhasil menemukan bahwa strategi diversifikasi memberikan efek negatif terhadap kinerja perusahaan. Hasil ini memperlihatkan bahwa semakin terdiversifikasi perusahaan, kinerja perusahaan akan menurun. Selain itu, penelitian ini berhasil membuktikan adanya hubungan kuadratik antara strategi diversifikasi dengan kinerja perusahaan, sehingga dapat dikatakan bahwa strategi diversifikasi memberikan efek positif terhadap kinerja perusahaan, namun penambahan segmen bisnis sesudah suatu titik tertentu akan mengakibatkan turunnya kinerja perusahaan.

Namun demikian, keberadaan Dewan Komisaris dapat menekan efek negatif yang dimaksud. Dengan pengawasan yang efektf, Dewan Komisaris dapat menekan pengaruh negatif dari penambahan jumlah segmen yang sifatnya oportunistik dari manajer perusahaan. Keberadaan Dewan Komisaris yang efektif juga dapat memperkuat tendensi bahwa perusahaan yang menjalankan bisnisnya secara terkonsentrasi memiliki kinerja yang lebih baik.

Keterbatasan dan Saran Penelitian berikutnya

Penelitian ini dalam mengukur peran Dewan Komisaris hanya berdasarkan data sekunder dari laporan keuangan, seharusnya digunakan juga data primer melali wawancara ataupun kuisioner sehingga pengukuran atau penilaian atas mekanisme monitoring dewan komisaris menjadi lebih valid. Diharapkan untuk penelitian berikutnya dapat digunakan data primer untuk mengukur efektifitas fungsi pengawasan yang dilakukan oleh Dewan Komisaris. Bagi anda yang sedang mencari judul jurnal atau skripsi akuntansi, keterbatasan dalam penelitian ini bisa anda jadikan sebagai salah satu pertimbangan.

Sumber: Jurnal Simposium Nasional Akuntansi XVIII Medan (SNA-18-008)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *