Keselarasan Sistem Informasi Strategik….




  • Mekanisme Alih Pengetahuan Anggota Tim Manajemen Atas dan Eksekutif STI: Menuju Keselarasan Sistem Informasi Strategik

    Asty Almaida, SE, M.Si

    UNIVERSITAS HASANUDDIN

    DR. Sony Warsono, MAFIS

    UNIVERSITAS GAJAHMADA

    Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji pengaruh alih pengetahuan anggota Tim Manajemen Atas (TMT) dan eksekutif Sistem Teknologi Informasi (STI) pada keselarasan Sistem Teknologi Informasi-Strategik (SIS) dan kemudian menguji faktor-faktor yang mendorong terjadinya alih pengetahuan yang efektif. Berdasarkan tinjauan literatur alih pengetahuan, sistem informasi dan strategi penelitian ini mengajukan hambatan pengetahuan, motivasi, dan iklim organisasi sebagai antiseden utama alih pengetahuan. Model penelitian diuji secara kuantitatif melalui survei lapangan pada 124 pasangan serasi TMT/eksekutif STI menggunakan model persamaan struktural dengan perangkat lunak LISREL. Hasil penelitian memperlihatkan pentingnya alih pengetahuan pada keselarasan SIS, demikian juga untuk ketiga antiseden alih pengetahuan. Analisi penelitian ini mendukung 9 dari 11 hipotesis yang diajukan juga memberikan kontribusi baru berupa munculnya pengaruh langsung antiseden alih pengetahuan (kemampuan mengabsorbsi, ambiguitas kausal dan afiliasi) yang diharapkan dapat dijadikan arahan bagi penelitian selanjutnya.Bertentangan dengan pendapat umum yang menyatakan faktor motivasi merupakan faktor yang paling berpengaruh pada alih pengetahuan, hasil penelitian ini memperlihatkan hambatan terbesar alih pengetahuan adalah terkait dengan pengetahuan itu sendiri. Analisis penelitian ini Kenyataan akan pentingnya STI dalam bisnis dan seringkali berkontribusi secara strategis, penelitian ini memberikan implikasi bagi pengembangan teori dan praktis

    Kata Kunci: Eksekutif STI, anggota Tim Manajemen Atas, Alih Pengetahuan, Keselarasan SIS, Sistem Informasi, Persamaan Model Struktural, LISREL

    PENDAHULUAN

    Menghadapi lingkungan bisnis yang bergejolak diakibatkan krisis multidimensi dan peningkatan persaingan dunia, eksekutif bisnis dituntut berupaya tidak hanya mempertahankan bisnis mereka tetapi juga untuk mengembangkan bisnis tersebut. STI merupakan alat yang penting untuk mendorong dan mengeksekusi strategi bisnis yang dampaknya terhadap kinerja organisasi telah diketahui (Henderson dan Venkatraman 1999; Rathnam et al., 2004; Hartono 2005). STI dapat mendorong peningkatan produktivitas organisasi dan mempertahankan keuntungan persaingan dalam menghadapi ketidakpastian dan perubahan lingkungan yang dinamis.

    Pentingnya STI sebagai salah satu penunjang utama kesuksesan strategi, juga mendapat perhatian pelaku bisnis di Indonesia. Peningkatan investasi STI diperkirakan meningkat sebesar 60% pada tahun 2009 dan bukan hanya dilakukan oleh organisasi bisnis skala atas tetapi juga oleh skala menengah (SDA 2006).

    * Simposium Nasional Akuntansi 10 – Makassar

    Download Jurnal

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.