Model Mediasi dan Moderasi Dalam Hubungan Antara Sistem Pengendalian Manajemen, Inovasi dan Kinerja




  • Jurnal Simposium Nasional Akuntansi XV (SNA 15) Banjarmasin
    Jurnal Simposium Nasional Akuntansi XV (SNA 15) Banjarmasin

    Model Mediasi dan Moderasi Dalam Hubungan Antara Sistem Pengendalian Manajemen, Inovasi dan Kinerja

    Dwi Ratmono ( Universitas Diponegoro )

     

    Pendahuluan

    Inovasi merupakan salah satu sumber penting keunggulan kompetitif yangberkontribusi penting bagi kinerja organisasasi (Hurley dan Hult, 1998; Davila, 2000; Henri,2006; Davila dkk., 2009). Bagaimana peran sistem pengendalian manajemen (SPM), denganakuntansi sebagai sub sistem penting di dalamnya, untuk meningkatkan kemampuan inovasiorganisasi saat ini menjadi salah satu isu penelitian yang penting (Davila dkk., 2009; Tucker dkk., 2009; Jankala, 2010). Selama ini SPM dianggap sama dengan pengendalian mekanistik sehingga merupakan penghambat kapasitas organisasi dalam melakukan inovasi (Davila, 2000; Bisbe dan Otley, 2004).

    Pentingnya penelitian yang menguji hubungan SPM dan inovasi juga disebabkan oleh temuan penelitian terdahulu yang belum konsisten (Bisbe dan Otley; 2004; Henri, 2006; Davila dkk., 2009). Penelitian terdahulu menunjukkan bahwa SPM berpengaruh negatif (Damanpour, 1991; Henri, 2006), positif (Davila, 2000; Henri, 2006; Jankala, 2010), dan tidak berpengaruh terhadap inovasi (Bisbe dan Otley, 2004; Henri, 2006). Bisbe dan Otley (2004) menyatakan bahwa penelitian sebelumnya yang menemukan bahwa SPM berpengaruh negatif terhadap inovasi adalah penelitian yang hanya memfokuskan pada penggunaan SPM diagnostik dan mengabaikan implikasi penggunaan SPM interaktif. Penelitian-penelitian yang menemukan bahwa SPM berpengaruh positif terhadap inovasi adalah penelitian-penelitian yang lebih komprehensif mempertimbangkan adanya penggunaan SPM interaktif.

    Bisbe dan Otley (2004), Henri (2006), dan Davila dkk. (2009) menyarankan penelitian mendatang untuk memfokuskan pada pengujian teori levers of control (LOC) untuk dapat memberikan penjelasan yang lebih mendalam tentang ketidakkonsistenan temuan-temuan sebelumnya. Bisbe dan Otley (2004) telah menggunakan teori LOC untuk menguji hubungan SPM, inovasi, dan kinerja. Dengan mengacu pada teori yang dikembangkan Simons (1995a; 2000) tersebut, mereka mengembangkan dua competing model yaitu model mediasi dan moderasi dalam hubungan antara SPM, inovasi, dan kinerja. Temuan penelitian Bisbe dan Otley (2004) menunjukkan dukungan terhadap model moderasi yaitu SPM merupakan variabel pemoderasi hubungan antara SPM dan kinerja.

    Hipotesis

    H1: SPM berpengaruh positif tidak langsung terhadap kinerja melalui inovasi.

    H2: Terdapat interaksi positif antara inovasi dan SPM dalam mempengaruhi kinerja. Semakin intensif penggunaan SPM, semakin besar pengaruh inovasi terhadap kinerja.

    Sumber : Jurnal Simposium Nasional Akuntansi XV (SNA 15) Banjarmasin – Download

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.