Pengaruh Arus Kas Operasi Terhadap Harga Saham…




  • Simposium Nasiona Akuntansi 9 Padang

    Pengaruh Arus Kas Operasi Terhadap Harga Saham Dengan Persistensi Laba Sebagai Variabel Intervening

    Meythi
    Staf Pengajar Universitas Kristen Maranatha Bandung

    ABSTRACT

    This research is aimed to examine and find out empirical evidence of the positive influence of operation cash flow on stock price with earnings persistence as the intervening variable. Samples used in this research are manufacturing companies listed in Bursa Efek Jakarta in 4 years observation period (1999-2002). Total samples are 100 companies. The data are collected using purposive sampling method. The component of cash flow used is the operation cash flow with direct method from the cash flow report. Earnings persistence is measured using regression coefficient between current earnings and next period earnings. This method is used since it is appropriate with the condition in Indonesia. The earnings used is operating income. The result of path analysis shows that operation cash flow does not influence stock price with earnings persistence as the intervening variable. Thus, the hypothesis of the research is not empirically supported.

    Keywords: Stock Price, Operation Cash Flow, and Earnings Persistence

    1. PENDAHULUAN

    Pelaporan keuangan merupakan salah satu wujud pertanggungjawaban manajemen atas pengelolaan sumber daya perusahaan kepada pihak-pihak yang berkepentingan terhadap perusahaan selama periode tertentu. Laporan keuangan merupakan salah satu sumber informasi keuangan perusahaan yang dapat digunakan sebagai dasar untuk membuat beberapa keputusan, seperti: penilaian kinerja manajemen, penentuan kompensasi manajemen, pemberian dividen kepada pemegang saham, dan lain sebagainya.

    Terdapat dua tujuan pelaporan keuangan menurut Statement of Financial Accounting Concepts (SFAC) No. 1. Pertama, memberikan informasi yang bermanfaat bagi investor, investor potensial, kreditor dan pemakai lainnya untuk membuat keputusan investasi, kredit, dan keputusan serupa lainnya. Kedua, memberikan informasi tentang prospek arus kas untuk membantu investor dan kreditur dalam menilai prospek arus kas bersih perusahaan (FASB [1978]). Menurut standar akuntansi keuangan di Indonesia (IAI [2002]) tujuan laporan keuangan yaitu untuk menyediakan informasi yang menyangkut posisi keuangan, kinerja serta perubahan posisi keuangan suatu perusahaan yang bermanfaat bagi sejumlah besar pemakai dalam pengambilan keputusan ekonomi.

    Pada mulanya pelaporan keuangan hanya terdiri dari neraca dan laporan laba rugi. Pada tahun 1963 Accounting Principles Board (APB) mengeluarkan Opinion No. 3 yang merekomendasikan pelaporan perubahan posisi keuangan dalam laporan keuangan tahunan, tetapi sifatnya tidak wajib. Pada tahun 1971 pelaporan perubahan posisi keuangan tersebut diwajibkan oleh Securities and Exchange Commission (SEC). Menanggapi sikap SEC, dikeluarkanlah Opinion No. 19 untuk menggantikan Opinion No. 3 yang mewajibkan pelaporan perubahan posisi keuangan. Pada tahun 1987 barulah FASB mewajibkan pelaporan arus kas sebagai pengganti laporan perubahan posisi keuangan melalui Statement of Financial Accounting Standards (SFAS) No. 95.

    Selengkapnya bisa didownload
    (klik link di bawah ini)
    Link: www.ziddu.com

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.