PENGARUH INTERAKSI GENDER, KOMPLEKSITAS TUGAS DAN PENGALAMAN ASUDITOR TERHADAP AUDIT JUDGMENT




  • (Sebuah Kajian Eksperimental Dalam Audit Saldo Akun Persediaan)

    DRA. ZULAIKHA, MSI

    JURUSAN AKUNTANSI FAKULTAS EKONOMI

    UNIVERSITAS DIPONEGORO


     

    Abstract


     

    This study examines the gender issues in Indonesian society whether there are differences between women and men in domsetic roles; with relation to gender issues whether males perform better than female in complexity audit tasks; and the effects of gender, task complexity, and experience on the accuracy of audit judgments. This study used experimental design method to collect data to test the hypothesis. There were 75 participants from alumni graduated major in accounting who are studying in the post graduate programs. Data were analyzed by descriptive statistics, t-test, and ancova. Participants were required to judge gender issues, and an inventory balance was fairly presented base on case material that contained a material misstatement in the inventory account balance. The results support the gender issues, and the effect of gender and experience interaction on the accuracy of audit judgment. In other hand, the effects of gender and task complexity interaction are not supported and there is no difference between male and females in performing audit judgment in complexity audit tasks.

    Key words : gender, complexity task, experience, judgment.


     


     

    5.1. Kesimpulan


     

    Dari pembahasan diatas maka dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa :

    a. Diperoleh bukti empiris bahwa perempuan masih mendominasi peran domestik, Instrumen pengukuran isu peran gender diuji reliabilitasnya reliable dengan alpha = 0.648. Hasil ini masih konsisten dengan penelitian Berninghausen and Kerstan (1992).

    b. Dalam profesi sebagai auditor, peran ganda perempuan ini ternyata tidak berpengaruh secara signifikan terhadap akuratnya informasi yang diproses dalam membuat judgment. Secara absolut, laki-laki menunjukkan hasil yang lebih baik dibandingkan dengan perempuan, namun perbedaan tersebut secara statistik tidak signifikan. Oleh karena itu hipotesis pertama yang diajukan ditolak. Hal ini memberikan implikasi dalam penugasan audit bahwa isu gender atau peran ganda perempuan tidak berpengaruh terhadap kemampuan kognitifnya dalam pembuatan judgment.

    c. Kompleksitas tugas tidak berpengaruh (main effect) signifikan terhadap keakuratan judgment, demikian pula ketika kompleksits berinteraksi (interaction effects) dengan peran gender, pengaruh tersebut juga tidak signifikan. Hasil uji ini menolak hipotesis kedua yang diajukan. Hal ini membawa implikasi pada profesi auditor, bahwa isu gender tidak perlu dibesar-besarkan karena secara statistik isu gender tidak berpengaruh terhadap kemampuan kognitif perempuan dalam pembuatan judgment, bahkan dalam penugasan audit yang kompleks.

    d. Variabel pengalaman sebagai auditor berpengaruh langsung (main effect) terhadap judgment. Demikian pula ketida isu gender berinteraksi dengan pengalaman tugas sebagai auditor, maka interaksi tersebut berpengaruh secara signifikan terhadap judgment, hasil analisis juga memberikan model yang lebih baik karena naiknya koefisien determinasi (R2 ) dari 0.290 (dari main effect) menjadi 0.371 (interaction effects). Pengalaman sebagai auditor mempunyai main effect dan interaction effects dengan gender secara signfikan dengan tingkat sig. = 0.05. Hasil penelitian ini memberikan implikasi bagi manajemen profesi audit, bahwa dalam penugasan audit utamanya yang dalam sebuah tugas yang kompleks, perlu memperhatikan pengalamannya sebagai auditor sebelumnya.

    Click here to download

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.