Pengaruh Kapasitas Individu yang Diinteraksikan dengan Locus of Control Terhadap Budgetary Slack




  • Simposium Nasiona Akuntansi 9 Padang

    Pengaruh Kapasitas Individu yang Diinteraksikan dengan Locus of Control Terhadap Budgetary Slack

    Oleh
    Shinta Permata Sari, SE.*)
    Universitas Muhammadiyah Surakarta

    ABSTRACT

    Many studies about budgetary slack were focused on organisational factors. Budgetary partisipation as a variable that always be correlated to budgetary slack has incossitent effects. Recent studies find that personal factors also occur in budgetary process. They suggest the importence of controls on budgetary process, especially manager’s self-control. This study examines the influence of locus of control as a moderating variable on the relationship of individual capacity and budgetary slack.

    The sample of this study is selected using purposive sampling from hotel’s manager in Surakarta. This study also tries to use an individual capaciti’s set of variables using common factor analysis. It is used because individual capacity has three proxies. They are education, training and experience.

    The result found that individual capacity affected budgetary slack if manager had internal locus of control. This study also support that not only organisational factors occur in budgetary process, but also personal factors.

    Keyword: individual capacity, budgetary slack, locus of control

    A. LATAR BELAKANG
    Persaingan bisnis yang semakin ketat dan kompleks saat ini, menuntut manajemen perusahaan agar mampu menjamin operasi perusahaan berjalan dengan baik, tetap bertahan dan terus berkembang. Salah satu cara agar manajemen dapat mencapai hal tersebut adalah dengan menyusun, mengendalikan, melaksanakan dan mengevalusi anggaran yang digunakan oleh perusahaan.

    Anggaran sebagai suatu rencana yang mencakup seluruh aspek kegiatan perusahaan, yang dinyatakan dalam unit moneter untuk jangka waktu tertentu membantu manajemen melakukan fungsi-fungsinya, meliputi formasi dan rencana, koordinasi dari kegiatan-kegiatan yang akan dilakukan dengan berdasar pada rencana dan pengendalian atas kegiatan tertentu (Hariadi, 1992: 218). Anggaran disusun sebagai alat perencanaan, alat memfasilitasi komunikasi, pengalokasian sumber daya, alat kontrol laba dan operasi, dan alat evaluasi kinerja dan pemberian insentif (Hilton, 1997: 152). Agar proses penyusunan anggaran dapat berfungsi sebagai alat pengendalian, maka proses penyusunan anggaran harus mampu menanamkan rasa sense of commitment bagi penyusun. Apabila tidak berhasil, maka anggaran hanya sekedar rencana belaka tanpa ada rasa tanggung jawab ketika terjadi penyimpangan realisasi dengan anggaran.

    Penelitian tentang anggaran telah berkembang terkait dengan berbagai bidang diantaranya ekonomi, psikologi, sosial dan politik (Syakhroza, 2003). Penelitian tentang perilaku anggaran banyak mengacu pada premis Argyis tentang penganggaran partisipatif (participative budgeting). Secara empiris ditemukan bahwa partisipasi dalam penganggaran memiliki dampak positif dan negatif terhadap perilaku karyawan (Magner, 2003).

    Download via ziddu.com

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.