Pengaruh Konservatisma Akuntansi….




  • PENGARUH KONSERVATISMA AKUNTANSI TERHADAP PENILAIAN EKUITAS PERUSAHAAN DIMODERASI OLEH GOOD CORPORATE GOVERNANCE

    DWI YANA AMALIA S. FALA, SE, M.SI

    Universitas Khairun Ternate

    ABSTRACT

    The objective of this study is to determine the influence of accounting conservatism on the assessment of corporate equity valuation and the ability of Good Corporate Governance (GCG) in interact the effect of accounting conservatism to the corporate value. Sample in this research is manufacture companies that listed in Jakarta Stock Market for the financial report in 2000-2005 periods. Number of sample is 23 companies with 115 observations. The accounting conservatism proxy by conservatism instrument variable (VIKV2_23). The assessment of corporate equity proxy by market-to-book ratio. The mechanism of Corporate Governance is measured using managerial of properties and the proportion of commissioner board.

    The results showed that accounting conservatism giving significant positive influence to corporate equity. Proportion of commissioner board as one as mechanism of corporate governance was moderating variable that interact relation between accounting conservatism with corporate value, even in negative impact. Oppositely, managerial property was not moderating variable that could interact the relation between accounting conservatism and corporate value.

    Key words: conservatism instrument variable, market-to-book ratio, corporate governance mechanism.

    1. PENDAHULUAN

    1.1. Latar Belakang

    Konservatisma merupakan prinsip yang paling mempengaruhi penilaian dalam akuntansi (Sterling, 1970 dalam Watts, 2003a). Karena itu konservatisma sampai saat ini masih tetap memiliki peran penting dalam praktik akuntansi. Konservatisma didefinisikan sebagai konsep untuk menunda pengakuan terhadap arus kas masuk mendatang (Watts, 1993), dan sebagai akuntansi konservatif yang umumnya menyatakan bahwa akuntan harus melaporkan informasi akuntansi yang terendah dari beberapa kemungkinan nilai untuk aktiva dan pendapatan, serta yang tertinggi dari beberapa kemungkinan nilai kewajiban dan beban (Hendriksen, 1992).

    Lo (2005) mendefinisikan konservatisma sebagai suatu pandangan pesimistik dalam akuntansi. Akuntansi yang konservatif berarti bahwa akuntan bersikap pesimis dalam menghadapi ketidakpastian laba atau rugi dengan memilih prinsip atau kebijakan yang memperlambat pengakuan pendapatan, mempercepat pengakuan biaya, merendahkan penilaian aktiva dan meninggikan penilaian utang.

    Pada kenyataannya terdapat pro dan kontra seputar penerapan prinsip konservatisma. Para pengkritik konservatisma menyatakan bahwa prinsip ini menyebabkan laporan keuangan menjadi bias sehingga tidak dapat dijadikan alat oleh pengguna laporan keuangan untuk mengevaluasi risiko perusahaan. Monahan (1999) dalam Mayangsari dan Wilopo (2002) menyatakan bahwa semakin konservatif akuntansi maka nilai buku ekuitas yang dilaporkan akan semakin bias.

    * Simposium Nasional Akuntansi 10 – Makassar

    Download Jurnal

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.