Pengaruh Penerapan Prinsip Good Corporate Governance Terhadap Kinerja Keuangan Perusahaan




  • (Studi Kasus pada PT Jamsostek Kantor Cabang II Bandung)

    Tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance) dapat diartikan sebagai suatu proses dan struktur yang digunakan oleh organ perusahaan untuk meningkatkan nilai perusahaan dan pemegang saham secara berkesinambungan dengan tetap memperhatikan kepentingan stakeholders lainnya, berlandaskan peraturan perundangan serta norma â norma yang berlaku. Berdasarkan pemikiran di atas penulis mencoba melakukan penelitian mengenai â Pengaruh Penerapan Prinsip Good Corporate Governance terhadap Kinerja Keuangan Perusahaanâ , yang dilakukan pada PT Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Persero) Kantor Cabang II Bandung. Prinsip â prinsip Good Corporate Governance terdiri dari : 1. Transparansi (Transparency) yang berarti keterbukaan dalam proses pengambilan keputusan dan keterbukaan dalam mengemukakan informasi yang materiil dan relevan mengenai perusahaan, 2. Kemandirian (Independency) yang berarti suatu keadaan dimana perusahaan dikelola secara profesional tanpa benturan kepentingan dan pengaruh maupun tekanan dari pihak manapun yang tidak sesuai dengan peraturan perundang-undangan dan prinsip korporasi yang sehat, 3. Akuntabilitas (Accountability) yang berarti kejelasan fungsi, pelaksanaan dan pertanggungjawaban organisasi, sehingga pengelolaan perusahaan terlaksana secara efektif, 4. Pertanggungjawaban (Responsibility) yang berarti kesesuaian dalam pengelolaan perusahaan, yang sesuai dengan peraturan perundang â undangan yang berlaku, 5. Kewajaran (Fairness) yang berarti kesetaraan atau keadilan dalam memenuhi hak â hak stakeholders lainnya, yang timbul berdasarkan perjanjian dan peraturan perundang â undangan yang berlaku. Adapun pengertian dari kinerja adalah prestasi yang dicapai dalam periode tertentu.

    Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penerapan prinsip Good Corporate Governance terhadap kinerja keuangan perusahaan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif analitis, yaitu metode yang melihat dan menggambarkan lingkungan atau keadaan yang tampak nyata dalam perusahaan dengan cara mengumpulkan, menyajikan, dan menganalitis data, sehingga diperoleh gambaran yang jelas atas objek yang diteliti agar dapat diambil suatu simpulan. Hasil pengujian hipotesis yang dilakukan menggunakan uji t dengam tingkat signifikansi sebesar 5%, menunjukkan penolakan Ho dan penerimaan Ha, karena t test >t tabel = 3,147 > 2,132 , artinya bahwa penerapan prinsip Good Corporate Governance (GCG) berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja keuangan perusahaan. Saran sebagai bahan masukan perusahaan sebaiknya lebih mensosialisasikan mengenai arti penting GCG serta meningkatkan lagi kualitas penerapan prinsip GCG kepada para karyawan sehingga tujuan perusahaan dapat tercapai.

    FilesSizeFormatView
    bab1-2.pdf683.4Kbapplication/pdfhttp://bit.ly/9kOWCp
    bab3-4.pdf631.6Kbapplication/pdfhttp://bit.ly/beTBMO
    bab5.pdf112.1Kbapplication/pdfhttp://bit.ly/bFnoJr
    cover.pdf88.57Kbapplication/pdfhttp://bit.ly/9kGaY8

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.