PENGARUH TEKANAN ETIS TERHADAP KONFLIK ORGANISASIONAL-PROFESIONAL DAN WORKOUTCOMES




  • Simposium Nasiona Akuntansi 9 Padang

    PENGARUH TEKANAN ETIS TERHADAP KONFLIK ORGANISASIONAL-PROFESIONAL DAN WORKOUTCOMES
    (Studi Empiris pada Akuntan Publik se Indonesia)

    Intiyas Utami*
    Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga

    Muchamad Syafruddin
    Universitas Diponegoro Semarang

    Rr. Sri Handayani
    Univesitas Diponegoro Semarang

    ABSTRACT

    Prior research found that the source of organizational-professional conflict was lower organizational commitment, but another studies stated that ethical pressure was the source of organizational-professional conflict. The different findings results in the motivation (research gap motivated) to examine the effects of ethical pressure to organizational professional conflict, and the influence of organizational-professional conflict to work outcome (organizational commitment, job satisfaction, dan turnover intention).
    This study hypothesizes that organizational pressure to engage in unethical behavior increases perceived organizational-professional conflict, and the higher level of conflict (have), the lower level of organizational commitment, the lower level of job satisfaction, and the higher turnover intention. Respondents of this research were junior auditors, senior auditors, managers and supervisors. The data was gathered from 500 mail questionnaires and 75 personal questionnaires. A survey was mailed (500 questioner) and direct contact (75 questionairs) to yunior, senior auditor, manager and supervisor as research sample. The response rate indicated 27,33% with 157 respondent. Hypothesizes was examined using structural equation modelling.
    The result showed that, as hypotesized, higher level of ethical pressure was associated with higher perceived organizational-professional conflict. Then, as hyphotesized above, high level of organizational-professional conflict were associated with low level of organizational commitment and low level of job satisfaction. Both organizational commitment and job satisfaction were negatively related to turnover intention. Indirect effect organizational-professional conflict to turnover intention, through organizational commitment or job satisfaction indicated significant result.

    Key words: ethical pressure, public accountant, organizational commitment, organizational-professional conflict, job satisfaction, turnover intention

    Simposium Nasiona Akuntansi 9 Padang

    LATAR BELAKANG MASALAH

    Dalam konteks profesi pemeriksa (auditor), tekanan etis dari aturan profesi yang mengikat auditor berpengaruh terhadap munculnya konflik organisasional-profesional (organizational professional conflict/OPC). Konflik antara profesional dengan organisasi (profesi maupun non profesi) terjadi karena individu merupakan subjek dari dua sumber kekuasaan yang berbeda yaitu kekuasaan birokratis dan profesional (McGregor, Killough dan Brown, 1989). Kekuasaan profesional merupakan kompetensi keahlian yang diakui, yang mendorong orang lain untuk secara sukarela mengikuti arahannya karena melakukannya untuk kepentingan sendiri. Sedangkan kekuasaan birokratis sebaliknya, merupakan kekuatan perintah yang memiliki legitimasi karena berada dalam posisi resmi, yang mewajibkan bawahannya untuk mengikuti arahan di bawah ancaman atau sanksi (Blau, 1962 dalam McGregor et.al, 1989)

    Hasil penelitian terdahulu (Aranya dan Ferris, 1984; Harrel, Chewning dan Taylor, 1986; McGregor et.al, 1989) berlawanan dengan penelitian Shafer (2002) yang menyimpulkan bahwa komitmen organisasi bukanlah sumber konflik. Adanya tekanan etis yang tinggi akan menyebabkan terjadinya konflik organiasional-profesional dan sebagai akibatnya mempengaruhi komitmen organisasi, kepuasan kerja dan keinginan berpindah. Shafer (2002) meneliti responden yang mempunyai kedudukan sebagai pelaksana dan bukan sebagai pengambil keputusan seperti penelitian terdahulu, sebagai akibatnya, aturan organisasi dan aturan profesi sebagai sesuatu yang wajib dilaksanakan dan inherent dalam tugas-tugasnya. Oleh karena itu adanya tekanan etis yang dirasakan, akan memicu timbulnya konflik organisasional-profesional, sehingga menyebabkan individu dalam organisasi tersebut mempunyai komitmen terhadap organisasinya dan merasakan puas atau tidak puas dalam bekerja. Sebagai hasil akhirnya, akan mempengaruhi keinginan individu untuk berpindah ke organisasi lain.

    Download full jurnal

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.