PENGUJIAN HAMBATAN YANG DIRASAKAN TERASUH DALAM HUBUNGAN PEMENTORAN PADA KANTOR AKUNTAN PUBLIK




  • TEODORA WINDA MULIA
    Unika Widya Mandala Surabaya

    INDRA WIJAYA KUSUMA
    Universitas Gadjah Mada Yogyakarta

    Abstract

    Mentoring and peer programs are applied by Public Accounting Firm because of their positive impact to Public Accounting Firm that have specific characteristic in temporer team work. However, practically these programs have perceived barries in career improvement.It involves 64 accountant as sample of this research. This research want to know the corelation of factors that expected with perceived barriers. There are several factors sucs as formalisation relations, gender, position, firm size, formalization of policy and organization procedures. Statistically model by Anova and logistic Regression (p

    PENDAHULUAN

    Pada umumnya setiap jenjang karir seseorang diawali dengan mengenali kompleksitas dan karakteristik pekerjaan yang akan dilakukannya, mengenali lingkungan organisasi baik budaya perusahaan, interaksi antara atasan dengan bawahan dan rekan sekerjanya. Proses ini dikenal dengan istilah pementoran seperti yang sering dilakukan di Kantor Akuntan Publik (KAP). Allen et al (2000) mendefinisikan mentor adalah orang yang biasanya dipertimbangkan, lebih berpengalaman, yang mendukung, melatih, mengajar cara-cara atau mendorong yang lain sebagaimana dia mengejar tujuan karirnya Tugas mentor adalah menjelaskan peraturan organisasional dan kebijakan perusahaan, mengusulkan tindakan alternatif. Keuntungan bagi organisasi dengan adanya pementoran ini adalah mentor menanamkan dan mengembangkan nilai dan norma organisasi dan memfasilitasi pengembangan bakat manajerial secara profesional serta mendidik karyawan yang kurang berpengalaman (Hunt dan Michael; 1983 dalam Kaplan, Keinath dan Walo, 2001). Dalam Kantor Akuntan Publik selain terbentuk hubungan pementoran, juga terbentuk hubungan sejawat yaitu meliputi individu dengan posisi sejenis (Kaplan et al, 2001).

    Jenis komunikasi yang terjadi dalam perusahaan bisa bersifat formal dan bisa juga bersifat non formal, walaupun pementoran ini umumnya merupakan bagian komunikasi perusahaan yang bersifat tidak spontan atau terjadi karena aturan perusahaan namun Dirsmith dan Covaleski (1985) menyimpulkan bahwa pementoran yang terdapat di Akuntan Publik merupakan proses komunikasi informal karena terjadi diluar sistem komunikasi formal perusahaan yang terjadi pada saat mentor dan terasuh saling menghormati satu dan yang lain.

    Dirsmith dan Covaleski (1985) menemukan bahwa banyak manajer yang mempunyai mentor sedang beberapa level staf dengan jabatan yang lebih rendah tidak memiliki mentor. Staf yang memiliki mentor menjelaskan bahwa dirinya merasa memiliki pemikiran dan tindakan yang sesuai dengan KAP, mendapatkan dukungan dan bimbingan yang cukup dalam promosi dan lebih memahami kebijakan KAP.

    Selengkapnya bisa didownload
    (klik link di bawah ini)
    Link: www.ziddu.com

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.