Pengungkapan Informasi Sosial dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pengungkapan Informasi Sosial dalam Laporan Keuangan Tahunan




  • Simposium Nasiona Akuntansi 9 Padang

    Pengungkapan Informasi Sosial dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pengungkapan Informasi Sosial dalam Laporan Keuangan Tahunan
    (Studi Empiris pada Perusahaan-Perusahaan yang terdaftar Bursa Efek Jakarta)

    Fr. Reni. Retno Anggraini
    Univ. Sanata Dharma Yogya

    Abstract

    The objectives of this research observed the extent of disclosure about corporate social responsibility accounting and examined the determinants that are considered by corporate to disclose social responsibility accounting.
    The data used in this research were pooling data for 1188 year-firms. I used all sectors that are published in Jakarta Stock Exchange 2000-2004. I observed three categories of corporate sustainability reporting from Darwin (2004). These categories are economic performance, environment performance, and social performance. Then I examined the factors that are considered by corporate to disclose social responsibility accounting. I identified five factors that may be considered. They are management ownership, leverage, size, industry type, and profitability.

    The results of this study indicated that almost all companies disclosed the economic performance because PSAK 57 has been regulated. Management ownership and industry type were considered by corporate to disclose social responsibility accounting.

    Kata Kunci: Social Resposibility Accounting, Management Ownership, Industry Type

    Simposium Nasiona Akuntansi 9 Padang

    1. Pendahuluan
    1.1. Latar Belakang
    Sejarah perkembangan akuntansi, yang berkembang pesat setelah terjadi revolusi industri, menyebabkan pelaporan akuntansi lebih banyak digunakan sebagai alat pertanggungjawaban kepada pemilik modal (kaum kapitalis) sehingga mengakibatkan orientasi perusahaan lebih berpihak kepada pemilik modal. Dengan keberpihakan perusahaan kepada pemilik modal mengakibatkan perusahaan melakukan eksploitasi sumber-sumber alam dan masyarakat (sosial) secara tidak terkendali sehingga mengakibatkan kerusakan lingkungan alam dan pada akhirnya mengganggu kehidupan manusia. Kapitalisme, yang hanya berorientasi pada laba material, telah merusak keseimbangan kehidupan dengan cara menstimulasi pengembangan potensi ekonomi yang dimiliki manusia secara berlebihan yang tidak memberi kontribusi bagi peningkatan kemakmuran mereka tetapi justru menjadikan mereka mengalami penurunan kondisi sosial [Galtung & Ikeda (1995) dan Rich (1996) dalam Chwastiak (1999)].

    Di dalam akuntansi konvensional (mainstream accounting), pusat perhatian yang dilayani perusahaan adalah stockholders dan bondholders sedangkan pihak yang lain sering diabaikan. Dewasa ini tuntutan terhadap perusahaan semakin besar. Perusahaan diharapkan tidak hanya mementingkan kepentingan manajemen dan pemilik modal (investor dan kreditor) tetapi juga karyawan, konsumen serta masyarakat

    Download via ziddu.com

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.