PERSEPSI MAHASISWA AKUNTANSI TERHADAP ETIKA PENYUSUNAN LAPORAN KEUANGAN




  • YULIANTI

    Universitas Indonesia

    FITRIANY

    Universitas Indonesia

    ABSTRACT

    One of the goals of accounting education in Indonesia is to introduce the students to the ethics and values of accounting profession. This research focused on the effectiveness of accounting curriculum in developing students’ responsibility towards the financial statement’s users. We find that accounting students oppose earnings management more strongly than do students from other disciplines, even though there are not any significant differences in their view of financial report ethics. This similar view

    on ethics also occurs between the new accounting students and senior accounting students. These results show that there are needs to reform the accounting curriculum – particularly in Indonesia – to emphasize more on ethics and values of the accounting profession.

    Pendahuluan

    Krisis ekonomi yang terjadi di Indonesia mulai tahun 1997 menurut berbagai pihak merupakan akibat dari kurangnya praktek Good Corporate Governance di Indonesia. Dalam survei pemeringkatan Corporate Governance yang dilakukan oleh Credit Lyonnaise Securities Asia tahun 2000, hanya 18 perusahaan yang dinilai baik secara internasional walaupun demikian hanya satu perusahaan yang memperoleh nilai di atas 60 yaitu PT Unilever Indonesia.1

    Berdasarkan OECD salah satu komponen dari corporate goverance adalah adanya sistem pelaporan keuangan yang memadai. Di Indonesia sendiri sistem pelaporan keuangan masih perlu ditingkatkan dan diperbaiki. Salah satu faktor yang masih harus ditingkatkan untuk meningkatkan kualitas pelaporan keuangan di Indonesia adalah menyangkut etika dan sikap positif akuntan Indonesia.

    Wyatt (2004) menyebutkan bahwa kelemahan yang terdapat pada akuntan adalah

    ; keserakahan individu dan korporasi, pemberian jasa yang mengurangi independensi, sikap terlalu ‘lunak’ pada klien dan peran serta dalam menghindari aturan akuntansi yang ada. Wyatt menambahkan bahwa untuk menghindari hal-hal tersebut, akuntan pendidik seharusnya memberikan perhatian yang lebih besar dalam pendidikan akuntansi atas dua hal, yaitu apresiasi terhadap profesi akuntan dan apresiasi mengenai dilema etika (ethical dilemmas). Hal ini dapat dituangkan dalam bentuk mata ajaran, metode pengajaran sampai ke penyusunan kurikulum yang berlandaskan nilai-nilai etika dan moral.

    ……………………………………………………………………………………………..

    Hasil Penelitian

    Sampel Penelitian

    Sampel penelitian terdiri atas 139 mahasiswa jurusan Akuntansi program S1 Reguler yang terbagi atas 100 orang mahasiswa tingkat akhir dan 39 mahasiswa baru, 124 orang mahasiswa dengan jurusan selain akuntansi yang terbagi atas 89 mahasiswa tingkat akhir dan 35 mahasiswa baru. Selain itu juga dilakukan pengujian atas perbedaan dengan program studi akuntansi lain, jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 156 mahasiswa program Diploma III Akuntansi, 110 mahasiswa program Ekstension Akuntansi dan 62 mahasiswa Program Profesi Akuntansi.

    Bagian I : Kasus Manajemen Laba

    Permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini adalah pilihan suatu perusahaan atas suatu kasus manajemen laba. Skala yang digunakan untuk mengukur persepsi responden adalah skala Likert 1 – 7, dimana 1 berarti sangat tidak setuju dan 7 berarti sangat setuju. Artinya semakin besar skor responden semakin ia menyetujui manajemen laba.

    …………………………………………………………………………………………


    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.