RELEVANSI NILAI INFORMASI LABA DAN ALIRAN KAS TERHADAP HARGA SAHAM DALAM KAITANNYA DENGAN SIKLUS HIDUP PERUSAHAAN




  • Simposium Nasiona Akuntansi 9 Padang

    RELEVANSI NILAI INFORMASI LABA DAN ALIRAN KAS TERHADAP HARGA SAHAM DALAM KAITANNYA DENGAN SIKLUS HIDUP PERUSAHAAN

    SAN SUSANTO
    Universitas Kristen Duta Wacana
    ERNI EKAWATI
    Universitas Kristen Duta Wacana

    Abstract

    This study was constitute replicated study from Atmini(2002) about the association between corporate life-cycle and the incremental value-relevance of earnings and cash flows. Corporate life cycle consists of four stages: start-up, growth, mature and decline. Firms in different life-cycle stages have different characteristics. The differences in the life-cycle stages affect the usefulness of accounting performance measures, such as earnings and cash flows.

    Using financial data of companies listed in Jakarta Stock Exchange (JSE) from periods of 1993 to 2003 the study finds that stock price of start-up firms is influenced by cash flows from investment activities and cash flows from financing activities. In the second stage, stock price influenced by earnings, cash flows from operating activities, and cash flows from investment activities. Earnings and cash flows influence appear to be value-relevant in mature stage. In the last stage stock price influenced by cash flows from operating activities and cash flows from financing activities. Overall, this study provides evidence that corporate life-cycle influences the incremental value-relevance of earnings and cash flows.

    Keywords: Earnings, Cash Flows, Corporate life-cycle, and Value-relevance

    I. PENDAHULUAN
    Latar Belakang

    Laporan keuangan yang dipublikasikan merupakan sumber informasi sangat penting yang dibutuhkan oleh sebagian besar pemakai laporan serta pihak-pihak yang berkepentingan dengan emiten untuk mendukung pengambilan keputusan. Fokus utama pelaporan keuangan adalah informasi mengenai laba dan komponennya. Laba merupakan salah satu parameter kinerja perusahaan yang mendapat perhatian utama dari investor dan kreditur. Selain laba, investor dan kreditur juga menggunakan informasi aliran kas sebagai ukuran kinerja perusahaan.

    Ketika dihadapkan pada dua ukuran kinerja akuntansi perusahaan, laba dan aliran kas, investor dan kreditur harus merasa yakin bahwa ukuran kinerja yang menjadi fokus perhatian mereka adalah yang mampu secara baik menggambarkan kondisi ekonomi serta prospek perusahaan untuk bertumbuh di masa depan. Investor dan kreditur berkepentingan untuk mengetahui informasi yang lebih superior dan lebih bermanfaat untuk mengevaluasi kinerja perusahaan pada suatu saat tertentu. Untuk itu, faktor kerangka ekonomis yang dihadapi perusahaan pada saat tersebut harus dipertimbangkan yang dicapai dengan memasukkan siklus hidup perusahaan.

    Black (1998) menyatakan bahwa perusahaan yang berada dalam tahap siklus hidup yang berbeda memiliki karakteristik yang berbeda, seperti laba dan arus kas. Perbedaan tahap siklus hidup antar perusahaan juga harus dipertimbangkan pada saat menghitung nilai perusahaan. Nilai perusahaan terdiri dari dua komponen, yaitu assets in place dan kesempatan tumbuh (growth opportunities).

    Download via ziddu.com

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.