Relevansi Nilai Laba Dan Nilai Buku




  • Title : Relevansi Nilai Laba Dan Nilai Buku: Peran Pengungkapan Corporate Social Responsibility Dan Dewan Komisaris Independen

    Authors: Rosalita Rachma Agusti (Universitas Negeri Malang) & Aulia Fuad Rahman (Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya)

    Abstract

    Nilai relevansi informasi akuntansi dipengaruhi oleh faktor keuangan dan non keuangan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menilai dampak dari pengungkapan CSR pada relevansi nilai laba dan nilai buku. Penelitian ini juga meneliti efek yang berbeda dari pengungkapan CSR pada relevansi nilai laba dan nilai buku antara perusahaan yang memiliki dan tidak memiliki dewan komisaris independen.

    Hasil menunjukkan bahwa laba dan nilai buku memiliki relevansi nilai. Selanjutnya, pengungkapan CSR berdampak negatif terhadap relevansi nilai laba tetapi dampak positif pada relevansi nilai buku. Hasil dari uji Chow menunjukkan bahwa ada dampak yang berbeda dari pengungkapan CSR pada relevansi nilai laba dan nilai buku antara perusahaan yang memiliki dan tidak memiliki dewan komisaris independen.

    Kata kunci: nilai relevansi, laba, nilai buku, pengungkapan CSR, dewan komisaris independen

    Hipotesis

    • H1a : Laba memiliki relevansi nilai.
    • H1b : Nilai buku memiliki relevansi nilai.
    • H2a : Relevansi nilai laba dimoderasi oleh pengungkapan CSR.
    • H2b : Relevansi nilai buku dimoderasi oleh pengungkapan CSR.
    • H3 : Terdapat perbedaan relevansi nilai laba dan nilai buku yang dimoderasi oleh pengungkapan CSR dengan mempertimbangkan dewan komisaris independen.

    Populasi dan Sampel Penelitian

    Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perusahaan yang terdaftar sebagai anggota Bursa Efek Indonesia dalam kurun waktu 2007-2009. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini dipilih dengan teknik purposive sampling dengan kriteria: 1) perusahaan publik non keuangan, 2) perusahaan yang mempublikasikan laporan tahunan dalam website IDX, 3) perusahaan yang melaporan CSR dalam laporan tahunan, 4) perusahaan yang memiliki nilai buku positif. Berdasarkan kriteria tersebut, terpilih sampel sejumlah 153 pengamatan dan terdapat 11 data outliers sehingga total pengamatan adalah 144.

    [wpfilebase tag=file path=’sna14/028.pdf’ /]

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.