Tata Kelola Perusahaan dan Kinerja Lingkungan Terhadap Nilai Perusahaan

Tata Kelola Perusahaan

Penelitian mengenai Pengaruh dan Kinerja Lingkungan Terhadap Nilai Perusahaan *) dilakukan oleh ISNIN HARIATI dan YENEY WIDYA RIHATININGTYAS dari Universitas Brawijaya Malang. Latar belakang penelitian dirumuskan oleh peneliti sebagai berikut:
1. Apakah kepemilikan institusional, proporsi dewan komisaris independen, dan ukuran komite
audit berpengaruh terhadap nilai perusahaan?
2. Apakah kinerja lingkungan berpengaruh terhadap nilai perusahaan?

Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh bukti empiris pengaruh tata kelola perusahaan yang diproksikan oleh proporsi kepemilikan institusional, proporsi dewan komisaris independen, ukuran komite audit, dan kinerja lingkungan terhadap nilai perusahaan (Tobin’s Q). Berdasarkan hasil analisis data yang telah dilakukan, disimpulkan bahwa proporsi dewan komisaris independen berpengaruh positif terhadap kinerja lingkungan. Hal ini ini dikarenakan dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya dewan komisaris independen mampu menjaga sikap keindependensiannya yang tidak terbatas pada pemegang saham mayoritas tetapi juga mewakili seluruh pemegang saham baik minoritas maupun asing. Kepemilikan institusional dan ukuran komite audit berpengaruh negatif terhadap nilai perusahaan. Sebagian besar kepemilikan saham pada perusahaan sampel adalah struktur kepemilikan terkosentrasi, sehingga memungkinkan terjadinya hubungan famili antara investor institusi dengan manajemen. Selain itu, ukuran komite audit juga tidak mampu menjadi salah satu faktor penentu dalam meningkatkan efektifitas fungsi komite audit. Efektifitas komite audit dapat terbentuk apabila komite audit tersebut independen, transparan, memiliki akuntabilitas yang tinggi, adil, dan memiliki charter komite audit.

Penelitian ini juga menemukan adanya hubungan positif kinerja lingkungan terhadap nilai perusahaan. Hal ini mengindikasikan diterimanya teori legitimasi, bahwa apabila perusahaan mampu memperhatikan pengelolaan lingkungannya, maka keberadaan perusahaan tersebut akan direspon positif oleh masyarakat. Investor lebih berminat pada perusahaan yang memiliki citra/image baik di masyarakat karena berdampak pada tingginya loyalitas konsumen yang pada akhirnya juga berdampak pada peningkatan nilai perusahaan. Penelitian selanjutnya disarankan untuk menggunakan ukuran lain atas proksi GCG seperti kepemilikan manajerial, ukuran dewan komisaris, jumlah rapat komite audit dan lain-lain, serta memperpanjang periode penelitian yang lebih lama.

*) Jurnal Penelitian ini dipublikasikan oleh peneliti dalam Simposium Nasional Akuntansi 18 (SNA XVIII) Medan

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *