Selasa, Februari 3, 2026
Gelar di Dunia Akuntansi

Mau Jadi Akuntan Kelas Berat? Ini Dia Proses Raih Gelar CPA/CA

Gelar di Jurusan Akuntansi – Guys, kalau kamu serius berkarier di dunia Akuntansi, ada satu achievement yang wajib banget kamu incar: Gelar Akuntan Publik Bersertifikat (Certified Public Accountant/CPA) atau Chartered Accountant (CA). Anggap saja gelar sarjana (S1) itu baru SIM C (untuk motor). Nah, CPA/CA ini adalah SIM A Umum atau bahkan izin pilot di dunia finance. Gelar ini bukan sekadar tambahan huruf di belakang nama, tapi upgrade status, skill, dan pastinya, dompet kamu!

Kenapa sih gelar ini penting banget, dan gimana sih cara dapetinnya? Yuk, kita bedah tuntas.


I. Kenapa CPA/CA Itu Penting (The Ultimate Benefits)

Memiliki sertifikasi profesional ini akan langsung memisahkan kamu dari ribuan lulusan Akuntansi lainnya. Ini dia beberapa benefit utamanya:

1. Peningkatan Kredibilitas dan Otoritas

Gelar CPA/CA menunjukkan bahwa kamu sudah teruji kompeten di bidang Akuntansi, Audit, Perpajakan, dan Etika Bisnis oleh lembaga profesional yang diakui. Klien dan perusahaan akan lebih percaya pada pendapat dan laporan yang kamu hasilkan. Kamu menjadi otoritas di bidangmu.

2. Jaminan Kenaikan Gaji dan Jenjang Karier

Ini faktor paling basic tapi paling nyata. Pemilik pragmatic play CPA/CA memiliki nilai jual yang jauh lebih tinggi. Gaji mereka rata-rata jauh di atas rekan kerja yang hanya memiliki S1. Sertifikasi ini adalah jalur cepat untuk menduduki posisi manajerial hingga Partner di Kantor Akuntan Publik (KAP), atau menjadi CFO (Chief Financial Officer) di perusahaan besar.

3. Peluang Karier Internasional

Gelar CA/CPA memiliki pengakuan global. Meskipun setiap negara punya badan penyelenggara masing-masing, adanya perjanjian resiprokal (saling mengakui) antar badan profesional membuat kamu lebih mudah mencari pekerjaan di luar negeri. Dunia Akuntansi kamu jadi nggak terbatas di Indonesia saja.

4. Wewenang Khusus di Indonesia

Khusus di Indonesia, gelar Akuntan Publik (setelah memenuhi syarat tertentu) memberi wewenang untuk menandatangani laporan audit perusahaan yang go public atau perusahaan lain yang disyaratkan oleh undang-undang. Ini adalah peran yang sangat strategis dan krusial.


II. Memahami Perbedaan CPA vs. CA di Indonesia

Di Indonesia, kamu akan sering mendengar kedua istilah ini. Secara singkat:

Sertifikasi Kepanjangan/Arti Lembaga Penyelenggara Utama Fokus Utama
CPA Certified Public Accountant Indonesia IAPI (Institut Akuntan Publik Indonesia) Untuk profesi Akuntan Publik (Auditor yang mengaudit laporan keuangan).
CA Chartered Accountant IAI (Ikatan Akuntan Indonesia) Gelar Akuntan Profesional yang lebih luas, bisa untuk akuntan di sektor korporasi atau pendidik.

Intinya: Jika kamu bercita-cita menjadi Auditor Publik yang bekerja di KAP dan ingin mendirikan KAP sendiri, CPA adalah gelar yang kamu tuju. Jika kamu ingin meningkatkan professional value di semua sektor (korporat, pemerintahan, atau edukasi), CA adalah gelar dasarnya.


III. Proses Menuju Gelar CPA (Jalur Paling Populer)

Karena banyak yang berorientasi pada karier di KAP, kita akan fokus membahas langkah-langkah untuk mendapatkan Sertifikat Akuntan Publik dari IAPI.

Langkah 1: Penuhi Persyaratan Dasar Pendidikan

Syarat wajibnya adalah kamu harus lulusan dari Pendidikan Profesi Akuntansi (PPAk) atau Magister Akuntansi (M.Ak) atau S1/D4 Akuntansi yang memiliki pengalaman praktik audit yang cukup.

Langkah 2: Lulus Ujian Sertifikasi Akuntan Publik (USAP)

Ini adalah tantangan terbesarnya. USAP diselenggarakan oleh IAPI dan terdiri dari beberapa tingkatan ujian yang menguji pemahaman mendalam kamu.

Materi ujian ini meliputi:

  1. Level Profesional (Dasar): Akuntansi Keuangan dan Akuntansi Manajemen.
  2. Level Lanjutan: Audit dan Asurans, Akuntansi Keuangan Lanjutan, dan Ekonomi.
  3. Level Spesialisasi: Perpajakan, Hukum Komersial, dan Sistem Informasi.

Tips: Ujian ini terkenal sulit. Persiapan intensif, mengikuti review course, dan latihan soal adalah kunci utama agar kamu tidak perlu mengulang berkali-kali.

Langkah 3: Penuhi Pengalaman Praktik (Wajib!)

Setelah lulus ujian, kamu harus membuktikan bahwa kamu punya pengalaman praktik yang relevan, terutama di bidang audit.

  • Kamu harus punya pengalaman kerja minimal 1.000 jam per tahun, atau setara dengan 3 tahun pengalaman sebagai staf auditor di bawah supervisi Akuntan Publik.
  • Pengalaman ini harus dicatat secara rapi dan diverifikasi oleh Akuntan Publik yang berwenang.

Langkah 4: Ikuti Ujian Profesi Berkelanjutan (PPL)

Setelah mendapatkan gelar CPA, perjuangan belum selesai. Seorang CPA harus selalu up to date dengan standar Akuntansi dan Audit yang terus berubah (misalnya IFRS/SAK). Kamu diwajibkan mengikuti Pendidikan Profesional Berkelanjutan (PPL) selama periode tertentu untuk mempertahankan lisensi kamu.


Kesimpulan: It’s Worth The Struggle!

Mengejar gelar CPA/CA memang butuh komitmen waktu, biaya, dan mental yang kuat. Tapi percayalah, ini adalah investasi karier terbaik yang bisa kamu lakukan. Gelar ini adalah paspor kamu menuju puncak tertinggi karier Akuntansi, baik di Indonesia maupun kancah global.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *