Reaksi Investor Terhadap Pengumuman laba: Pengujian Atas Pengungkapan Informasi Management Guidance




Reaksi Investor Terhadap Pengumuman laba: Pengujian Atas Pengungkapan Informasi Management Guidance

Sri Wahyuni
STIE Mahardhika Surabaya

Jogiyanto Hartono
Universitas Gadjah Mada

Pendahuluan

Studi ini berkaitan dengan fenomena perilaku investor atas pengumuman laba. Secara khusus, studi ini menguji bagaimana perilaku investor terhadap pengumuman laba yang mempertimbangkan pengungkapan informasi masa depan atau prospektus. Ada tiga isu penting yaitu (1) apakah pengungkapan informasi management guidance berpengaruh terhadap perilaku investor dalam mengevaluasi kinerja perusahaan? (2) apakah terdapat perbedaan reaksi investor antara pengungkapan informasi management guidance positif dengan informasi management guidance negatif dalam mengevaluasi kinerja perusahaan? dan (3) apakah investor merevisi evaluasinya ketika terdapat perbedaan muatan pengumuman, yaitu mengumuman laba dengan mengumuman laba plus informasi management guidance.

Studi ini merupakan pengembangan riset terdahulu yang telah dilakukan oleh Schrand dan Walther (2000), Krische (2005) dan Wahyuni dan Hartono (2011) mengenai pengujian strategi pengungkapan benchmark perioda lalu dalam pengumuman laba. Studi ini ingin mengembangkan studi sebelumnya yang cenderung mempertimbangkan informasi masa lalu (backward looking) dalam pengumuman laba, dengan memberikan dukungan empiris mengenai pengungkapan informasi yang berorientasi ke masa depan (forward looking).

Studi empiris mengenai pengungkapan ramalan laba (earnings forecast) masih diperoleh hasil yang berbeda, sebagian menyatakan bahwa pengungkapan sukarela atas ramalan laba manajemen dipandang kurang kredibel ketimbang informasi lainnya (Han dan Wild, 1987), sementara studi lain mendokumentasi bahwa pengungkapan sukarela atas ramalan laba manajemen memiliki kandungan informasi (Patell, 1976; Penman, 1980; Waymire, 1984). Adanya pasang surut dan perdebatan fenomena pengungkapan ramalan laba baik dari sisi regulatori maupun kajian empiris tidak menjadikannya pudar dan kurang diminati, namun justru membuat isu ini semakin menarik karena masih dipandang penting untuk dikaji lebih mendalam. Oleh karena itu pertanyaan yang kemudian muncul adalah apakah pengungkapan informasi management guidance efektif membantu pemakainya dalam pembuatan keputusan busines? Jawaban atas pertanyaan ini masih sangat terbatas dan masih memerlukan penjelasan secara lebih mendalam.

Pages ( 1 of 3 ): 1 23Next »

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.